Selamat Datang di Website Resmi Gereja Kristen Injili Di Tanah Papua. Alamat:Jln.Argapura 9,Kotak Pos 1160,Jayapura 99222,Papua, Fax: (0967)533192 informasi mail : wirewit.gkiditanahpapua@gmail.com / hp : (+62) 0821-9930-1804

SAMBUTAN HUT GKI DI TANAH PAPUA TAHUN 2013

SAMBUTAN
PDT.A.YOKU,STHKETUA BADAN PEKERJA AM SINODE GKI DI TANAH PAPUA
DALAM RANGKA PERAYAAN 57 TAHUN

GEREJA KRISTEN INJILI DI TANAH PAPUA

TANGGAL 26 OKTOBER 2013

 

 

Salam Sejahtera dalam Yesus Kristus.

Yang kami hormati dan kasihi :

  1. Gubernur  dan Wakil Gubernur Provinsi Papua  dan Papua Barat
  2. Para Muspida Provinsi Papua  dan Papua Barat.
  3. Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Manokwari berserta jajaranya beserta Muspida kabupaten Manokwari.
  4. Ketua DPR-PB dan Ketua DPRD Kabupaten Manokwari beserta Anggota.
  5. Saudara Ketua Klasis GKI Manokwari yang kami banggakan.
  6. Lembaga Masyarakat Adat  Kabupaten Manokwari beserta komponennya.
  7. Warga jemaat GKI di Manokwari dan di seluruh Tanah Papua dalam 45 klasis 11 Bakal Klasis dan kurang lebih 2100 Jemaat.
    1. Badan – Badan pelayan unsur – unsur jemaat GKI Di Tanah Papua. Persekutuan Anak dan Remaja, Persersekutuan Anggota Muda, Persekutuan Wanita GKI dan Persekutuan Kaum Bapak GKI Di Tanah Papua. Majelis – majelis Jemaat, Penatua, Syamas, PengInjil, Guru Jemaat ,Pendeta bersama keluarga.

 

Marilah kita menaikan syukur kepada Tuhan dengan mengatakan:”syukur bagimu Tuhan kau berikan gerejamu Gereja Kristen Injili di Tanah Papua yang telah menghimpun kami di dalam kesaksian persekutuan dan pelayanan sampai kami memasuki tahun yang ke 57 tanggal, 26 oktober tahun 2013”.

Saudara saudari yang saya kasihi didalam Tuhan Yesus Kristus…
Gereja Kristen Injili Di Tanah Papua adalah gereja yang lahir dari persemaian benih Injil yang ditaburkan mulai oleh Ottow dan Geissler pada tanggal, 5 februari 1855 di mansinam dan terus disebarkan oleh pekerja – pekerja dari tenaga – tenaga zending baik yang datang dari Jerman, dari Belanda juga yang datang dari Sangihe atau Sangir Talaud dan yang datang dari Maluku, kemudian dilanjutkan oleh anak – anak yang di didik, sebagai buah sulung dari pekerjaan pekabaran Injil yaitu anak – anak Papua 101 tahun pewartaan Injil dilangsungkan di Tanah Papua ini dan terbentuklah pos – pos pekabaran Injil, bakal – bakal jemaat sampai kepada jemaat – jemaat mandiri maka sesudah buah dari Injil itu telah menjadi nyata dalam bentuk persekutuan manusia di tengah jemaat – jemaat dalam bentuk manusia yang  sudah mampu untuk menata dan mengatur pekerjaan pelayanan maka tenaga- tenaga zending bersama – sama dengan seluruh petugas Gereja asal Papua seluruh warga jemaat GKI menyelenggarakan Proto Sinode yaitu persiapan Sidang Sinode pada tanggal, 19 – 24 September 1954 di Klasis GKI Yapen ( Serui). Dari persiapan itulah di putuskan adanya sidang sinode yang pertama yang dilangsungkan di kota Abepura atau waktu itu di sebut Holandia Binnen ditengah Jemaat Harapan Abepura saat ini. Sidang sinode pertama yang dilangsungkan itu menjadi tonggak sejarah lahirnya Lembaga dan Organisasi Gereja Kristen Injili di Netherland New guinea yang kemudian hari berubah menjadi Gereja Kristen Injili di Irian Barat, Gereja Kristen Injili di Irian Jaya dan selanjutnya menjadi Gereja Kristen Injili di Tanah Papua. Dari tonggak sejarah Sidang Sinode pertama ini di tetapkan bahwa tanggal, 26 Oktober adalah tanggal hari lahirnya GKI Di Tanah Papua perjalanan sejarah adalah perjalanan perkembangan gereja dan perkembangan gereja itu telah kita saksikan dan kita alami bersama – sama didalam kehidupan ini, perjalanan gereja atau sejarah gereja juga sejarah keterlibatan angkatan demi angkatan, generasi demi generasi orang orang yang panggil oleh Tuhan untuk menata-layani pekerjaan Tuhan dalam Gereja Kristen Injili Di Tanah Papua dari Sidang Sinode Pertama tahun 1956,sampai dengan Sidang Sinode ke XVI tahun 2011 lalu, yang telah kita laksanakan. Kita tidak dapat menghitung berkat – berkat Tuhan yang telah nyata yang dialami oleh gereja ini kita juga tidak dapat mengatakan bahwa gereja ini telah berhasil, sebab Tuhan sedirilah yang memimpin pekerjaan dalam gereja ini dan buahnya adalah buah yang dihasilkan oleh Tuhan, dari semua pekerja didalam gereja ini baik PengInjil, Guru Jemaat, Pendeta Penatua dan Syamas serta Badan Pelayan Unsur, para Pengasuh dan Guru – guru Sekolah Minggu baik periodisasi di dalam Badan Pekerja Am Sinode dari yang pertama sampai yang ke sebelas pada saat ini. Badan – badan Pekerja Klasis, Pekerja Harian Majelis Jemaat, kita semua hanya menanam dan menyiram dan Tuhan sendirilah yang menumbuhkan. Karena itu tidak ada sesuatu yang harus kita banggakan selagi bekerja melayani Tuhan dalam gereja ini sebab Tuhan sendiri yang mengatur segala sesuatu. Kita boleh merencanakan, kita boleh memprogramkan tetapi keberhasilan, kesuksesan dan hasilnya ada di dalam tangan Tuhan dari seluruh perkembangan perjalanan GKI Di Tanah Papua sampai pada perayaan Ulang Tahun ke 56 yang kita masuki ini. Kita dapat mencatat sebagai suatu Organisasi, berbagai perkembangan yang sifatnya nyata dan dapat kita lihat, seperti kita tahu pertumbuhan tentang pekerja di dalam gereja ini dulu kita dapat pengInjil relawan kita dapatkan pengijil yang ditamatkan dari Sekolah PengInjil Lachai Roi di Manokwari dan di kemudian hari, kita dapat pekerja dalam Gereja ini dari Pendidikan Terguruan Tinggi Teologia yang selanjutnya lembaga – lembaga ini mengalami perubahan peningkatan status Sekolah PengInjil menjadi Sekolah Guru Jemaat dan Perguruan Tinggi Teologia berubah menjadi Sekolah Tinggi Teologia I.S Kejne. Dari seluruh manusia yang di didik oleh dua lembaga ini, juga ada manusia yang di didik melalui lembaga Sekolah Alkitab Apalapsili dan sekolah Alkitab Waropen, maka tersebarlah di berbagai tempat pekerja – pekerja diladang Tuhan. GKI Di Tanah Papua yang sampai pada hari ini secara keseluruhan berjumlah 1651 orang pekerja di dalam gereja ini yang berstatus pegawai GKI Di Tanah Papua, kita juga telah melihat perkembangan terbentuknya pos – pos pekabaran Injil, erbentuknya bakal – bakal jemaat dan diresmikannya jemaat – jemaat resmi di dalam GKI Di Tanah Papua yang sampai pada tanggal 19 – 23 Agustus 2012 yang lalu kita mendata dari seluruh klasis yang hadir maka jumlah kelembagaan jemaat GKI Di Tanah Papua telah mencapai 2100 lembaga jemaat dan untuk itu hal ini perlu dibuktikan kembali.

Kita juga telah melihat bahwa perkembangan – perkembangan di dalam gereja ini belum sampai kepada mengetahui jumlah yang tepat dan benar tentang jumlah warga jemaat GKI Di Tanah Papua, karena itu pada kesempatan ini di hari ulang tahun yang ke 57, saya menghimbau kepada seluruh Badan Pelayan Unsur, Penatua, Syamas, PengInjil, Guru Jemaat Pendeta, Pekerja Harian Majelis Jemaat, Badan Pekerja Klasis,Anggota Badan Pekerja Am Sinode di 10 Wilayah dan Badan Pekerja Am Sinode harian, untuk bersama – sama melakukan pendataan warga GKI Di Tanah Papua, supaya kita mengetahui jumlah umat yang sedang kita layani di Gereja Kristen Injili Di Tanah Papua, sampai hari ini kita juga belum tahu dengan pasti berapa folsil,asset Tanah milik GKI Di Tanah Papua, berapa luas seluruhnya tanah yang telah diberikan oleh umat kepada kita untuk dimanfaatkan sebagai tanah tempat berdirinya gedung – gedung gereja sekolah – sekolah dan juga berbagai hal lainnya yang menjadi fasilitas pendukung bagi pekerjaan pelayanan GKI Di Tanah Papua. Itulah sebabnya pada kesempatan ini saya menghimbau dan mengajak seluruh pimpinan GKI Di Tanah Papua pada aras Klasis dan jemaat,untuk kita bersama – sama melakukan sensus terhadap jumlah yang benar dari warga jemaat dan kita juga melakukan sensus atau pendataan kembali aset – aset bergerak dan tidak bergerak milik Tuhan dalam Gereja Kristen Injili di Tanah Papua.
Kita juga melakukan pendataan terhadap pekerja – pekerja dalam jabatan fungsional Penatua, Syamas di seluruh GKI Di Tanah Papua. Kita juga mulai melakukan pendataan terhadap Guru – Guru atau Pengasuh Sekolah Minggu di dlam GKI Di Tanah Papua kita juga akan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap harta milik Tuhan, yang dikelolah oleh bendahara unsur – unsur jemaat, bendahara – bendahara jemaat, bendahara – bendahara di klasis dan bendahara sinode, sebab Tuhan telah memberi berkat melalui persembahan umat,dalam bentuk persepuluhan dan haruslah kita bertanggung jawab didalam menggunakan apa yang sudah dipersembahkan oleh umat kepada Tuhan lewat ibadah – ibadah.

Saudara – saudara yang saya kasihi didalam Tuhan Yesus Kristus!..
Apabila kita semua berkomitmen untuk mengatur kembali keberadan kita dalam GKI Di Tanah Papua maka, tema sentral sidang sinode yang masih berlaku dan menjadi tema sentral untuk perayaan 56 tahun GKI Di Tanah Papua “ Di Persatukan Dalam Ikatan Kasih “ adalah tema yang mengajak kita semua untuk melihat keberadaan kita, apakah benar kita bersatu dengan baik di dalam GKI Di Tanah Papua, apakah benar kita di ikat oleh ikatan kasih yang saling mengampuni sehingga tidak ada perpecahan perselisihan di dalam kehidupan kesaksian persekutuan dan pelayanan GKI Di Tanah Papua, apabila kita mengatakan bahwa hal ini belum di capai maka seperti yang selalu saya sampaikan dimana – mana dalam sambutan – sambutan ceramah – ceramah. Karena itu, marilah kita menata ulang, mengatur kembali keberadaan kita dalam rumah besar, rumah GKI Di Tanah Papua. Di dalam rumah inilah kita ada dengan satu sinode, kita ada dengan 45 klasis dan 11 bakal klasis serta 2100 jemaat, kalau kita umpamakan GKI seperti rumah besar maka rumah besar itu adalah satu sinode dengan kamar – kamar besar yang terdiri dari 45 kamar klasis dan 11 kamar bakal klasis dan didalam kamar – kamar inilah terdapat kamar dari jemaat – jemaat kita. Kita contohkan seperti kasis GKI Sentani misalnya; atau klasis GKI Jayapura; di dalam 2 kamar besar ini kamar Klasis Sentani adalah 44 kamar yaitu kamar – kamar jemaat, Klasis Jayapura ada 54 kamar jemaat di dalam satu kamar besar yaitu Klasis jayapura didalam kamar – kamar di dalam jemaat ini hidup Anak Sekolah Minggu-Remaja, hidup Anggota Muda, hidup PW GKI dan juga hidup PKB GKI. Disana juga ada penatua, syamas. Disana juga ada PengInjil, Guru Jemaat dan Pendeta. Disana ada Ibadah, ada keungan gereja, ada aset gereja bergerak dan tidak bergerak dan didalam kamar- kamar ini kalau semuanya ditata dengan baik persekutuannya dipersatukan dalam ikatan kasih.
Hal – hal menyangkut harta benda milik Tuhan itu diatur dengan baik. Uang yang ada di situ sebagai harta milik Tuhan dikelolah dengan mengikuti aturan yang berlaku maka seluruh gereja ini akan muncul suatu gerakan ketertiban, suatu gerakan harmonisasi dan suatu gerakan bersama untuk mengumpulkan harta milik Tuhan yang memang selalu mengalir dan ada di dalam gereja ini.

Kita ingat ceritera Yesus memberi makan 5 ribu orang.Tuhan Yesus tidak menyuruh murid mengusir orang banyak pergi, tetapi Tuhan Yesus mengatakan kepada mereka bawalah kesini apa yang ada pada orang banyak ini dan didapatilah seorang anak kecil yang membawa bekal 5 roti dan 2 ekor ikan, dibawa dalam persekutuan besar itu di doakan serta di berkati oleh Tuhan Yesus dan selanjutnya terjadi mujizat besar: dimana semua orang sudah makan tetapi masih ada kelebihan 12 bakul.
Begitulah keadaan kita GKI di Tanah Papua, seharusnya kita memiliki begitu banyak hal dari berkat Tuhan yang ada di tangan warga jemaat yang dibawa dan di persembahkan kepada Tuhan melalui Badan Pelayan Unsur, melalui Majelis Jemaat melalui Klasis supaya di kumpulkan menjadi satu, di doakan dan dibagi kembali, pasti kelebihannya berlipat ganda.
Karena itu, pada kesempatan perayaan 56 tahun GKI Di Tanah Papua selaku Ketua Sinode, saya mau menyampaikan pesan ini kepada kita semua jangan seolah – olah kita miskin dan tidak punya apa – apa dihadapan Tuhan dalam GKI Di Tanah Papua karena Tuhan sudah memberi berkat kepada kita dan berkat itu ada ditangan kita semua.
Kita telah melakukan pembayaran gaji secara sentral bagi seluruh pekerja di dalam gereja ini. Pada tanggal, 19 – 23 agustus 2012 yang lalu, dari keseluruhan percakapan dalam pertemuan kami membicarakan tentang kesejahteraan pegawai GKI Di Tanah Papua yang di kota dapat merasakan adanya uang dan gaji, tetapi yang dipinggiran dan terus kepedalaman mengalami kekurangan kesejahteraan dan ketidakadilan dalam penggajian, karena itu kami memutuskan supaya utang dari seluruh pekerja kepada Gereja Kristen Injili Di Tanah Papua dalam pekerjaan Tuhan ini kita persembahkan kepada Tuhan, karena DIA akan memberi upah dari pekerjaan yang kita lakukan selama ini diberbagai tempat, kita mau memulai suatu perjalanan yang baru dengan mengaturan pembayaran gaji seluruhnya kepada para pekerja Gereja Kristen Injili Di Tanah Papua, dibayarkan melalui Kas Sinode.
Pekerjaan ini kita mulai uji coba pada bulan Oktober, November dan Desember tahun 2012 ini. Dan apabila seluruh jemaat GKI di Tanah Papua merindukan hamba – hamba Tuhan ini mengalami kesejahteraan dengan baik, maka saya menghimbau pada kesempatan perayaan 56 tahun GKI Di Tanah Papua bahwa:
setoran wajib jemaat GKI 30 % perpuluhan yang persembahkan oleh umat melalui seluruh jemaat GKI Di Tanah Papua disetor 100 % langsung ke rekening sinode untuk membelajai gaji dari seluruh petugas gereja yang berjumlah 1651 orang itu.

Saudara – saudara yang saya kasihi!…
Kegiatan – kegiatan kita yang lainnya, kegiatan internal GKI telah berjalan dengan baik karena itu saya selaku ketua sinode menyampaikan banyak terima kasih atas keterlibatan seluruh warga jemaat untuk penyelenggaraan persekutuan kesaksian dan pelayanan diaras Jemaat, Klasis dan Sinode yang berjalan dengan baik sampai pada hari ini di tengah perkembangan arus moderisasi dan globalisasi. Tetaplah percaya bahwa Tuhanmu Tuhan kita Yesus Kristus tidak pernah berubah oleh perkembangan zaman arus globalisasi maupun moderisasi di tengah begitu banyaknya aliran denominasi gereja yang masuk ke Tanah Papua.
Saya menghimbau kepada seluruh warga GKI Di Tanah Papua, bahwa, Alkitab tidak pernah berubah dan Tuhan Yesus itu Tuhan yang sama yang dibawa oleh Ottow- Gaissler ke Tanah Papua untuk menobatkan nenek moyang kita. nama Yesus Kristus itu Firman atau Injil yang satu itu sudah yang ada sampai pada hari ini di Tanah Papua sudah terjadi begitu banyak penyangkalan, begitu banyak penghianatan, begitu banyak kemurtadan bahwa warga GKI yang dulu dibaptis di dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus dibawa oleh iman orang tua mereka berdiri di altar Tuhan sekarang menjadi murtad dan menodai iman orang tua mereka yang mengantar mereka ke hadapan Tuhan di Tanah Papua ini merupakan indikasi terjadinya pelanggaran hukum ke-5: hormatilah ayahmu dan ibumu supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan Tuhan Allahmu kepadamu yaitu Tanah Papua.
Di seluruh pelosok Tanah Papua siapa yang menyangkali iman orang tuanya telah melarikan diri, hati – hatilah kemana pun engkau lari hal ini akan mengejarmu bahwa engkau menodai dan tidak menghormati ayahmu dan ibumu. Saya menghimbau kepada seluruh warga jemaat GKI yang setia, tinggallah di dalam gereja ini sebab Tuhan Yesus Kristus dan Firman-Nya ada didalam gereja ini jangan terombang ambing oleh permainan palsu kelicikan manusia, jangan terombang – ambing pribadi – pribadi atau kelompok – kelompok yang datang kesini untuk mencari nama. Hati – hatilah dengan perkembangan gereja yang mulai melakukan sekularisasi Injil.
Injil tidak dibawa kepada orang kafir tetapi, Injil dibawa kepada orang Kristen dan akhirnya keluarga – keluarga pecah terjadi gangguan di dalam persekutuan Bapa, Mama dan Anak – anak dan ini merupakan suatu perbuatan yang tidak dikehendaki oleh Tuhan.
Injil datang sebagai berita damai, berita persekutuan dan berita keselamatan bagi seisi rumah itu seperti yang dikatakan pada hari perayaan pentakosta dalam kitab Kisah para Rasul 2:39 Rasul Petrus berkata: “Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak – anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita”.
Saudara – saudara yang saya kasihi!….
Saya juga menyampaikan terima kasih pada akhir sambutan ini kepada semua pihak terutama pihak lembaga masyarakat adat yang didalam tanggung jawabnya kepada Tuhan melalui keret – keret telah memberi dan mempersembahkan persil – persil tanah dimana pekerjaan Tuhan dapat dilangsungkan ditengah kampung – kampung kita di seluruh Tanah Papua.
Saya juga menyampaikan terima kasih juga kepada pimpinan pemerintah pusat di Jakarta secara khusus pemerintah di Provinsi Papua dan Papua barat Gubernur, Walikota, Bupati, Kepala Distrik, Kepala Kampung yang terus bermitra dengan Gereja Kristen Injili Di Tanah Papua di dalam melangsungkan tugas pemberitaan Injil dan tugas pembangunan mental spritual bagi penduduk di Tanah Papua ini.
Saya juga menyampaikan terima kasih kepada Panglima TNI, Kapolri secara khusus Pangdam XVII Cendrawasih, Kapolda Papua dan seluruh jajaran Pimpinan TNI dan Polri yang ada di Tanah Papua.DPRP,DPRD dan MRP Papua dan Papua Barat, terima kasih atas kemitraan dan kerja sama dengan GKI Di Tanah Papua sehingga Papua Tanah damai, penegakan hukum, keadilan dan HAM telah kita kerjakan terus dan mengalami peningkatan – peningkatan yang signifikan dan kita tingkatkan itu terus sehingga Papua benar – benar menjadi Papua Tanah Damai.
Saudara – saudara yang saya hormati!….
saya juga menyampaikan terima kasih kepada lembaga sosial kemasyarakatan yang turut bersama – sama dengan GKI Di Tanah Papua berkampanye dan mengelolah konflik – konflik di Tanah Papua dan menyuarakannya demi kesadaran hukum baik untuk kampanye lingkungan juga kampanye tentang hak asasi manusia, saya juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga – keluarga anak cucu cicit dari tenaga – tenaga zending pada masa pertama pekabaran Injil sampai lahirnya GKI Di Tanah Papua yang menjadi orang – orang yang menetap tinggal bersama kami di Tanah Papua, Tuhan memberkati saudara dan kiranya saudara tetap setia untuk berada di jalan Injil dan pendirian GKI Di Tanah Papua yang sudah dilakukan oleh nenek moyangmu, opa dan omamu diseluruh Tanah Papua. GKI Di Tanah Papua tetap terbuka untuk seluruh manusia di Tanah Papua maupun seluruh manusia yang datang ke Tanah Papua gereja ini bukan gereja suku tetapi gereja Tuhan di Tanah ini.
Pada akhirnya saya juga menghimbau kepada seluruh warga GKI marilah kita memerangi segala sesuatu yang tidak baik diatas Tanah Papua ini kita menyehatkan pekerjaan pemerintahan bagi seluruh warga GKI yang menjadi pejabat pemerintah, cukupkanlah dirimu dengan apa yang benar dan menjadi hakmu. Jangan mengambil apa yang bukan hakmu, hindarilah kolusi, korupsi dan nepotisme supaya saudara menjadi warga GKI yang dewasa serta membawa berkat bagi saudara – saudaramu, bagi pekerjaan dan kepemimpinanmu dimana saudara bekerja.
Saya menghimbau kepada seluruh warga jemaat GKI mari, kita memerangi minuman keras di Tanah Papua ini, minuman keras walaupun memberi hasil pendapatan kepada pendapatan di daerah ini tetapi akhlak moral dan karakter, kematian – kematian dan kecelakaan seumur hidup baik mata yang buta, tangan yang pata kaki yang pata telah menjadi bagian umat kita di tanah ini, karena itu saya menhimbau supaya kita memerangi minuman keras dan adalah lebih baik seluruh warga GKI di Tanah Papua bertobat dari mengkomsumsi minuman keras baik minuman lokal maupun minuman di toko – toko.
Saya juga menghimbau pada kesempatan ini kita memerangi penyakit – penyakit yang sudah menjadi momok bagi kita di Tanah Papua dalam sejarah kehidupan orang israel apabila ada sebuah penykit menjadi epidemik bagi lingkungan umat dimana mereka hidup mereka berseruh kepada Tuhan karena mereka tahu dan percaya tidak ada sesuatu yang terjadi tanpa Tuhan ikut merencanakan hal itu terjadi di tengah kehidupan umat, apabila mereka sudah jalan jauh dari Tuhan dan tidak dengar Tuhan dan Firman-Nya maka mala petaka penyakit akan datang ketengah mereka, kita merenungkan mengapa .. penyakit ini datang di tengah – tengah kita gereja harus berpikir bukan seperti LSM untuk masalah kampanye kondom dan sirkumsisi atau sunat, tetapi gereja harus berkampanye untuk meningkatkan iman warga jemaat sehingga dengan iman yang baik dari warga jemaat semua yang tersedia dilingkungan di sekitar kita tidak akan perna kita menggunakannya.
Trima kasih saudara – saudaraku warga GKI Di Tanah Papua seluruh pelayan pemimpin di Jemaat, Klasis dan Sinode. Marilah kita berjalan bersama menata rumah besar kita GKI Di Tanah Papua dengan diam dan duduk dalam rumah ini menata, mengatur, memulihkan , mendamaikan sehingga terjadi kebersamaan yang dipersatukan oleh ikatan kasih dan kita memasuki suatu keadaan baru dimana kesaksian persekutuan dan pelayanan kita meningkat maka, sudah tentu kedewasaan berorganisasi, kedewasaan berteologi, kedewasaan di dalam rapat – rapat akan menjadi milik kita dan kita akan semakin maju, apabila kita semakin dewasa maka kita tidak mudah di ombang ambingkan oleh berbagai kelicikan dan permainan palsu manusia kita juga meningkatkan kebersamaan kita dengan mengumpulkan segala harta milik aset dan keuagan GKI sehingga kita menuju kemandirian dalam berteologi, dalam sumberdaya manusia dan juga di dalam keuangan GKI. demikian pada tahun – tahun kedepan 2013 dan seterusnya GKI Di Tanah Papua memasuki era misioner, mengutus, membelanjai, membangun berbagai aspek. Karena kita sudah dewasa,kita mandiri dan kita misioner. Semoga melalui perayaan 56 tahun GKI Di Tanah Papua suasana kehidupan sorgawi, suasana kerajaan Allah yang sudah datang di dalam Injil dan sudah terus menerus berproses ditengah – tengah kita mambawa tanda – tanda syalom dan persekutuan yang baik dan keadaan inilah yang kita pertahankan dengan berdoa sebagaimana yang Yesus ajarkan dalam Doa Bapa Kami: ”datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. datanglah kerajaanMu jadilah kehendak-Mu di dalam Gereja Kristen Injili di Tanah Papua seperti di sorga.
Selamat merayakan hari ulang tahun 56 GKI Di Tanah Papua
Tuhan Yesus Kepala Gereja termasuk Gereja Kristen Injili Di Tanah Papua memberkati saudara di dalam hidup pribadi, keluarga ditempat – tempat dimana kita bekerja dan mengabdi baik di dalam gereja, adat dan juga pengabdian kepada Bangsa dan Negara Republik Indonesia.
Tuhan memberkati kita sekalian!
Argapura, 21 Oktober 2013

Ketua Sinode GKI Di Tanah Papua
Pdt. Alberth Yoku, STh

 

 


Suara Gembala ini ditulis pada : 23 Januari 2014 | Oleh : admin

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Injil Di Hari :

Sumber Menambahkan Alkitab Di Blog - BaseCamp Setiakawan Follow us: @valenthuba on Twitter | vhuba on Facebook

Pengujung :

Link Internasional :

Twitter RESMI :

Galeri Foto

Kumpulan Foto Kegiatan GKI Di Tanah Papua

wp-image-965488926jpg.jpg
IMG_0003
doc photo (http://infopublik.id/cni-content/uploads/modules/posts/20161031083913.jpg)
KERJASAMA GKI PAPUA-UKSW
sistem informasi

Galeri Video

Kumpulan Video Kegiatan GKI Di Tanah Papua