Selamat Datang di Website Resmi Gereja Kristen Injili Di Tanah Papua. Alamat:Jln.Argapura 9,Kotak Pos 1160,Jayapura 99222,Papua, Fax: (0967)533192 informasi mail : wirewit.gkiditanahpapua@gmail.com / hp : (+62) 0821-9930-1804

STRATEGI PENGEMBANGAN POS PEKABARAN INJIL

STRATEGI PENGEMBANGAN POS PEKABARAN INJIL

STRATEGI PENGEMBANGAN POS PEKABARAN INJIL

MENJADI BAKAL JEMAAT

Pdt. M. Adadikam, S.Th

  1.    MISI PEKABARAN INJIL

Setiap kali ketika kita berbicara tentang Misi Pekabaran Injil  maka kita selalu harus kembali pada  dasar dan alasan pokok dari Pekabaran injil itu. Berdasarkan Amanat Agung Yesus Kristus, yaitu: ”Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.  Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” (Mat. 28:18b-20). Selain itu,  di dalam Kisah Para Rasul disampaikan sebagai berikut: ”Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksiKu di Yerusalem dan diseluruh Yedea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” (Kis. 1:8).

Berdasarkan amanat Yesus Kristus ini dan didorong oleh iman serta kuat kuasa Roh Kudus maka seluruh bumi ini dijelajah oleh orang-orang yang telah terpanggil dan dipilih untuk menyebarluaskan Injil Kerajaan Allah di muka bumi,  agar manusia memperoleh hidup yang kekal (menikmati kehidupan yang sejahtera, adil dan damai di dunia serta keselamatan kekal di akhirat). Itu sebabnya setiap suku bangsa di dunia ini,  masing-masing mempunyai sejarah pekabaran Injil, yang mana kesempatan  tersebut selalu diterima dan diakui sebagai kesempatan perjumpaan Allah dengan manusia.

Secara umum kita temukan bahwa pekabaran Injil selalu berkaitan dengan beberapa hal yaitu:

a.         Pemberi Amanat

Perintah untuk mengabarkan Injil adalah amanat yang disampaikan langsung oleh Yesus Kristus kepada manusia. Ada dua pola yang dipergunakan Allah dalam rangka membawa manusia kepada keselamatan. Pertama, dalam Perjanjian Lama, Allah memilih bangsa Israel dan kemudian menyatakan kuasa dan kemualiaaNya, yang membuat bangsa-bangsa di sekitar umat Israel, menyaksikan kuasa Allah itu lalu mereka tertarik dan datang untuk mengetahui rahasia kekuatan bangsa Israel. Dampaknya ialah mereka dapat terhisap kedalam rancangan keselamatan Allah (Gerakan Sentrifugal). Kedua, pola di atas tentu sangat berbeda dengan apa yang dinampakkan dalam Perjanjian Baru, dimana Yesus diutus kedalam dunia, kemudian Ia memanggil para muridNya lalu mempersiapkan mereka; setelah dipersiapkan secara baik maka mereka pun diutus ke dalam dunia (Gerakan Sentripetal).

b.         Tujuan Amanat

Secara sederhana tujuan amanat Allah yaitu memuridkan manusia agar ia hidup dalam kasih karunia Allah dan memperoleh hidup yang kekal. Dalam konteks ini manusia mengalami dan menjalani hidup dalam persekutuan (koinonia), kesaksian (marturia) dan pelayanan (diakonia). Tujuan amanat ini dapat dibandingkan juga dengan penyampaian Rasul Paulus melalui suratnya kepada Jemaat di Efesus, “Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan Tubuh Kristus, sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan, tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala” (Ef 4:11-15).

c.         Penerima Amanat (Subjek Pekabaran Injil)

Alamat dan sasaran pekabaran Injil yaitu manusia yang telah diciptakan oleh Allah sendiri menurut gambar dan rupa Allah, imago Dei, (kej. 1:26). Injil datang menjumpai manusia dalam bahasa, adat istiadat atau budaya dan tempat di mana manusia itu berada.

d.         Tempat Pemberitaan Injil.

Dunia yang didiami manusia  merupakan tempat atau alamat Injil diberitakan. Dunia menjadi panggung pendemonstrasian Kasih Allah bagi manusia, yaitu Injil (Kabar Baik). Injil merupakan wujud Kasih Allah yang sangat perlu dimiliki oleh setiap manusia yang mendiami dunia ini. Karena itu, Injil bukanlah sesuatu yang mengambang melainkan kongkrit dalam pentas hidup manusia dan dunia tempat ia berkarya.

 

2          TANAH PAPUA SEBAGAI SALAH SATU MEDAN PEKABARAN INJIL.

Papua sebagai salah satu medan pekabaran Injil kerana gerakan pekabaran Injil yang berawal dari pemanggilan para murid Yesus sampai pada masa berdirinya gereja mula-mula, dunia atau oikos (bhs. Yun) menjadi sasaran dan medan pekabaran Injil. Gerakan tersebut dapat dilihat dari misi pekabaran Injil yang melahirkan gereja-gerja di benua Eropa, kemudian menyebar ke  Amerika lalu merambak ke benua Asia dan benua Afrika. Misi pekabaran Injil yang berlangsung di Asia dan Afrika, berjalan bersamaan dengan ekspansi peradaban Barat (tahun 1492–1947), sehingga munculah pandangan bahwa kekristenan adalah agama barat. Mengapa demikian? Karena pengaruh Barat sangat kuat mempengaruhi kehidupan manusia di medan-medan misi pekabaran Injil tersebut. Hal itu dapat dilihat dari model/tipe bangunan gereja, litugi ibadah, dls. Walaupun demikian, Injil dan kekristenan  itu tidak dapat diidentik dengan kolonialisme Barat. Karena setelah masa kolonial berakhir Injil tidak berakhir,  melainkan bertumbuh dan berkembang sangat pesat menurut konteks setempat. Badan-badan Misi Pekabaran Injil terus mengembangkan pekerjaan mereka dan masih berlangsung sampai hari ini.  Misi Goshner, VEM/UEM (Jerman), UZV, ZNHK (Belanda) dalam pengembangan Misis Pekabaran Injil di tanah Papua sejak masa pelayanan Ottow dan Geissler tahun 1855–1956. Wajah Gereja Kristen Injili Di Tanah Papua adalah buah dari pekabaran Injil para lembaga tersebut.

3.         GKI DI TANAH PAPUA DALAM MISI PEKABARAN INJIL.

Gereja Kristen Injili Di Tanah Papua ialah Persekutuan Jemaat-Jemaat Kristen Injili Di Tanah Papua, disingkat GKI Di Tanah Papua (Tata Gereja Psl. 1). Sejak berdirinya Gereja Kristen Injili Di Tanah Papua pada 26 Oktober 1956, data Sinode GKI tahun 2011 menunjukan bahwa dalam  Gereja Kristen Injili Di Tanah Papua terdapat  45  Klasis dan 11 Bakal Klasis. Jumlah Jemaat GKI Di Tanah Papua sebanyak 2100 Jemaat dan 147 Bakal Jemaat, serta terdapat 23 Pos Pekabaran Injil. Sedangkan jumlah warga GKI Di Tanah Papua sebanyak 800.000 jiwa (Data sementara tahun 2010). Para pekerja dalam gereja ini terdiri dari 956 Pendeta (laki-laki 507 orang dan perempuan sebanyak 458 orang,  Guru Jemaat berjumlah 325 orang, Penginjil 119 orang, Vikaris 333 orang,  Pengajar 347 orang, dan Pergawai Administrasi sebanyak 1.216 orang.

  1. a.                  Strategi dan pola pengembangan pekabaran Injil

Gereja Kristen Injili Di Tanah Papua masih mengadopsi pola dan startegi sejak  zaman Zending (pemberitaan Firman, pendidikan/pelatihan, kesehatan). Mengapa demikian? Karena pola dan strategi tersebut masih relefan dengan situasi pada saat ini. Dewasa ini situasi telah mengalami perobahan akibat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta arus modernisasi yang tidak dapat dibendung termasuk situasi politik dan keamanan di wilayah Papua. Tantangan lain yang dihadapai oleh Gereja adalah letak geografis yang sulit, peduduk yang hidupnya masih nomaden (berpindah-pindah), juga tenaga penginjil yang pengetahuan mereka/sumber daya yang terbatas, kurangnya saran penunjang (transportasi dan komunikasi) serta kurangnya perhatian dan sikap apatis dari warga GKI yang lainnya.

•     Melihat perkembangan seperti yang digambarkan di atas maka pertanyaan bagi kita saat ini, “Bagaiman pola dan strategi  pekabaran Injil  GKI dalam realitas masa kini?

•     (Sosial Ekonomi, Kesehatan Pendidikan, Lingkungan Hidup , Politik dan keadilan).

  1. b.                  Paradigma dalam GKI tentang pekabaran Injil

Paradigma dalam GKI tentang pekabaran Injil dan pergeseran nilai yang sedang terjadi dalam kehiudpan masyarakat, membutuhkan rumusan pekabaran Injil yang tepat dengan  pola dan strateginya untuk menata dan membangun misi pekabaran Injil dalam GKI Di Tanah Papua. Masa Pra Pekabaran Injil,     Masa Pekabaran Injil     Masa Post Pekabaran Injil.

•     Wilayah mana saja yang dikategorikan sebagai medan pekabaran Injil di GKI? Ada 14 titik wilayah menurut pemetaan dari MAF (Mission Aviation Alince) Papua yang di dalamnya termasuk wilayah-wilayah yang menjadi medan Pekabaran Injil GKI.

•     Bagaimana dukungan dari dalam GKI untuk misi pekabaran Injil – startegi mengembangkan Pos pekabaran Injil. (Tata Gereja Bab II pasal. 3 Tentang Pembentukan Jemaat) – Target waktu binaan dan pendampingan jemaat pembina?, (dukungan bagi penginjil; pola lama.

•     Program Kemitraan: Internal  GKI dan Eksternal   Mitra Luar – Nasional dan Internasional (Sejauh mana telah berjalan ?)

•     Lingkungan hidup: Dampak perubahan iklim akibat Eksploitasi Hutan. (sejauh mana telah berjalan?

•     Penegakan Hukum dan Penegakan HAM (menghargai hak-hak dasar orang asli Papua. (sejauh mana implementasinya?).

•     Gereja, Kesehatan dan HIV/AIDS (Tingginya angka kematian ibu dan anak).

 

***

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Artikel ini ditulis pada : 13 Februari 2014 | Oleh : admin

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Injil Di Hari :

Sumber Menambahkan Alkitab Di Blog - BaseCamp Setiakawan Follow us: @valenthuba on Twitter | vhuba on Facebook

Pengujung :

Link Internasional :

Twitter RESMI :

Galeri Foto

Kumpulan Foto Kegiatan GKI Di Tanah Papua

gki dan pfalz
mansinam
17309003_1631403700211067_7346511943527323942_n
GKI DI TANAH PAPUA
Wakil Bupati Biak menyematkan tanda kepada pserta
wp-image-965488926jpg.jpg

Galeri Video

Kumpulan Video Kegiatan GKI Di Tanah Papua