Selamat Datang di Website Resmi Gereja Kristen Injili Di Tanah Papua. Alamat:Jln.Argapura 9,Kotak Pos 1160,Jayapura 99222,Papua, Fax: (0967)533192 informasi mail : wirewit.gkiditanahpapua@gmail.com / hp : (+62) 0821-9930-1804

PEMEKARAN KLASIS GUNA PENINGKATAN PELAYANANN

DCIM100MEDIA

 PEMEKARAN KLASIS GUNA PENINGKATAN PELAYANAN

DCIM100MEDIA

Gereja Kristen Injili (GKI) Di Tanah Papua kini memiliki 45 klasis dan 12 bakal klasis sesuai amanat Sidang Sinode XVI GKI Di Tanah Papua Tahun 2011 di Klasis Sentani Kabupaten Jayapura. Adapun ke 12 Bakal Klasis (BK) tersebut adalah 1) BK Padaido di Biak Timur, 2) BK Rumberpon di Wondama, 3) BK Yapen Utara di Tindaret, 4) BK Yalimo Utara di Elelim, 5) BK Nawa Wirway di Lereh Kabupaten Jayapura, 6) BK Bonggo di Armopa Kabupaten Sarmi, 7) BK Paniai Timur di Napan Kabupaten Nabire, 8) BK Maybrat Timur di Susumuk Kabupaten Maybrat, 9) BK Raja Ampat Utara Jauh, 10) BK Waropen Timur, 11) BK Tambrauw di Kabupaten Tambrauw, 12) BK Malamoi.

Dalam Rapat Kerja (Raker) Am 1 Sinode GKI di Biak telah dibahas dalam Komisi Umum agar Bakal Klasis bersama Klasis Induk melakukan koordinasi mempersiapkan hal-hal menyangkut tenaga pelayan, administrasi kepegawaian, administrasi keuangan jemaat-jemaat di wilayah pemekaran, jumlah tenaga organic yang aktif dan jumlah tenaga pensiun organik berdasarkan SK Sinode dan dana kepegawaian lainnya, jumlah asset berupa tanah jemaat, pastori dan asset lain yang menjadi harta kekayaan GKI, termasuk sertifikat tanah. Semua perlu di data dan disampaikan ke Bidang Hukum Sinode GKI untuk diinventarisir.

Untuk itulah Departemen Litbang GKI memohon selain mengirim laporan keuangan secara periodic kepada Bendahara Sinode, bakal klasis pun diharapkan bekerja membina jemaat-jemaat dengan tetap berkoordinasi dengan klasis induk. Sebab program pembinaan jemaat dan pekabaran injil yang ada di klasis induk senantiasa saling melengkapi baik tenaga pelayan dan materi kegitan.

Gejala yang muncul di beberapa bakal klasis adalah begitu pengurus bakal klasis dilantik lantas tancap gas bekerja sendiri di wilayahnya sebab merasa memiliki kekuasaan sendiri. Koordinasi dengan klasis induk kerap tidak berjalan. Karena merasa mampu membayar gaji pelayan dan sudah mampu menyetor Setoran Wajib Jemaat (SWJ) ke Sinode maka terlihat bakal klasis jalan sendiri. Persoalan akan muncul bila ada tenaga pelayan yang mutasi atau ada tenaga pelayan yang pensiun. Ada tenaga pelayan yang pensiun dari klasis induk namun yang bersangkutan kembali ke daerah asal yang kini jadi bakal klasis. Pelayanan ini kerap menjadi bulan-bulanan sebab bakal klasis menolak membayar pensiun dengan alas an masuk klasis induk. Kenyataan seperti ini tidak boleh terjadi. Sebab dengan system pembayaran gaji secara sentralisasi bakal klasis atau klasis yang tidak memiliki data kepegawaian dan pensiun yang tertib akan terlihat keteter. Sebab gaji para pelayan GKI dibayar sesuai data dari klasis dan bakal klasis. Bakal klasis dan klasis yang administrasi kepegawaian dan administrasi keuangan tidak tertib akan merugikan para pegawai aktif dan pensiunan akan hak-haknya mesti diterima secara rutin setiap bulan.

Dengan adanya system pembayaran gaji secara sentralisasi, bukan berarti majelis jemaat mengendorkan upaya penggalangan keuangan jemaat sebagaimana aturan yang berlaku pada GKI Di Tanah Papua. Majelis Jemaat tetap bertanggung jawab menyetor kewajiban SWJ 30% ke klasis dan 30% ke Sinode. Sebab dengan setoran tersebut gaji atau jaminan hidup dari pendeta, guru jemaat dan guru injil di jemaat tersebut dapat dibayar. Logikanya kalau majelis jemaat tidak menyetor  maka pelayan jemaatnya mau dibayar dari mana ? tidak mungkin majelis jemaat lain membayar gaji pelayan dari jemaat tersebut.

Dengan demikian pemekaran klasis yang dilakukan di Gereja Kristen Injili Di Tanah Papua hakekat utamanya adalah meningkatkan pelayanan di jemaat-jemaat. Bagaimana supaya jemaat-jemaat tersentuh dengan pelayanan gereja, unsur-unsur jemaat seperti sekolah minggu (PAR), pemuda (PAM), kaum ibu (PW) dan kaum bapak (PKB) digerakan untuk menunjang pelayanan gereja. Untuk itu pengetahuan dan informasi menyangkut tata gereja, pedoman pelayanan dan aturan keuangan GKI menjadi prasyarat bagi para pendeta jemaat untuk membina jemaatnya. Komisi Pembinaan Jemaat dan Komisi Pekabaran Injil di klasis mesti eksis dan senantiasa memberi pembinaan kepada jemaat-jemaat agar mampu membangun dirinya dalam pelayanan gereja. Metode dan teknik pembinaan unsur jemaat disiapkan agar semua berjalan guna mengisi dan mensukseskan pembangunan Rumah kita.

Oleh : Hendrikus Abraham Ondi, S.Pd                                                                      Sekretaris Departemen Litbang  Sinode GKI Di Tanah Papua

 

 

 

 


Artikel ini ditulis pada : 05 Maret 2014 | Oleh : admin

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Injil Di Hari :

Sumber Menambahkan Alkitab Di Blog - BaseCamp Setiakawan Follow us: @valenthuba on Twitter | vhuba on Facebook

Pengujung :

Link Internasional :

Twitter RESMI :

Galeri Foto

Kumpulan Foto Kegiatan GKI Di Tanah Papua

peserta temu kerja
dsdd
469149
1364245514_1
Koordinator Kopertis Wilayah XIV Papua dan Papua Barat, Vestus Simbiak ( batik orange) berfoto bersama Staf Ahli Gubernur, Anni Rumbiak dan Rektor dan Dosen universitas OG pada pembukaan program S2 Managemen beberapa waktu lalu/Foto:Istimewa

Galeri Video

Kumpulan Video Kegiatan GKI Di Tanah Papua