Selamat Datang di Website Resmi Gereja Kristen Injili Di Tanah Papua. Alamat:Jln.Argapura 9,Kotak Pos 1160,Jayapura 99222,Papua, Fax: (0967)533192 informasi mail : wirewit.gkiditanahpapua@gmail.com / hp : (+62) 0821-9930-1804

GKI DALAM TANTANGAN DAN PERUBAHAN

Artikel :Hendrikus A. Ondi, SPd, Sekretaris – Litbang Sinode GKI Di Tanah Papua.
Menyuarakan kebenaran dan keadilan adalah tugas hakiki dari Gereja. Bila tidak melakukannya, maka itu bukanlag gereja tetapi sebuah organ social semata-mata. Coba simak peran dan tugas Nabi di Kitab perjanjian lama, Nabi pemimpin umat, gembala jemaat, dan menjadi penasihat lstana Raja. Bila raja berbuat salah dan berlaku tidak adil maka Nabi memberikan peringatan dan nasehat agar dia tidak berbuat salah dan dosa lagi. Dalam perspekif Negara modern maka Nation State Negara Kebangsaan juga tidak bisa lepas dari dotrin theokrasi. Walau Negara modern memilih sekularisasi, artinya adanya memisahan yang tegas antara Gereja (Agama), dengan pemerintah atau Negara. Menjadi dua tugas yang berbeda untuk dilakukan . Dalam perspektif Gereja adalah pilar utama yang penting manakala kita berbicara hakekat pelayanan dan kemakmuran umat. Melalui lnjil yang dikabarkan Zendeling Jerman Carl Ottow dan Johan Gatlob Geisler, peradaban Manusia Papua dimulai. Tugas gereja selalin melayani tugas spiritual, juga segi pendidikan, kesehatan, pertukangan, dan ekonomi melekat dalam tugas diaconalgereja. Mengapa membangun RUMAH KITA menjadi agenda utama GKI periode kini. Semua initak lepas dari Hasil Amalisa dan Pergumulan GKI melihat perjalanan GKI selama. Kita terlalu banyak larut dalam urusan politik sehingga kurang memperhatikan sendi-sendi kehidupan umat, Dengan membangun rumah kita, maka kita memperkuat konsolidasi kita pada bidang pelayanan gereja baik doktrin dan ajaran, strategi pelayanan, penataan asset dan harta kekayaan gereja. Bagaimana pelayanan GKi menjadiefektif, apa hambatan dan kekurangan kita, segera ada solusi untuk perbaikan. Tantangan kita yang utama adalah kemiskinan yang terdapat pada hampir seluruh jemaat-jemaat asli yang homogen yang tersebar di seluruh pesisir, lembah, dan pegunungan. Mereka miskin secara ekonomi dan structural. Tantangan berikut adalah kebodohan. Masih ada warga GKI yang terpenciljauh dari pusat klasis dan pemerintahan.

img_0059

Hendrikus A. Ondi, SPd, Sekretaris – Litbang Sinode GKI Di Tanah Papua.

Bagaimana supaya mereka bisa melek huruf, bisa baca alkitab, dan bisa baca buku pelajaran agar mereka menjadi pin tar. Sebab orang pintar kerena sekolah tidak gampang dibodohi. Kemiskinan structural, Mereka tidak punya saluran untuk bisa meningkatkan kemampuan usaha ekonominya. Mereka ada yang masih dengan pola hidup subsisten, tapi banyak mulai masuk sector pasar dan berproduksi, Bagaimana mereka dibantu dengan modal dan pendidildkan ketrampilan, Para Pendeta dan majelis jemaat perlu memperhatikan kemajuan dan kemampuan ekonomi rumah tangga jemmat. Sebab kemajuan jemaat sangat ditentukan seperapa jauh kekuatan ekonomi rumah tangga tersebut. GKI sebagaigereja yang mondial, karena dia lahir dan besar akibat oekerjaan zending Zending bekerja secara kontimu dengan semangat oikomene . ltu berarti GKltak kepas daritugas gereja secara global. Segala issue menyangkut hak-hak azasi manusia, lingkungan hidup, ekonomi, dan politik dan kemanjuan iptek. Apa yang terjadi kemudian. Setiap suara lingan air mata dan darah umat yang tumpah, itu menjadi tugas Nabiah GKl. Mengapa umat kami ditindas, Mengapa mereka diberondong peluru. Mengapa pula mereka masih memberontak melawan penguasa Negara. Apakah benar Tanah Papua adalah daerah taklukan, sehingga bedil lebih utama daripada rotan pengajaran dan kasih sayang. GKI didepan karena dia yang mula-mula. Karena ini dia selalu tanggung beban semua pihak dan orang yang mau datang cari makan dan adu nasib disini. Sebagai gereja yang visioner maka GKI punya tanggungiawab untuk membaca tanda tanda zaman. Tanda jaman adalah bagaimana GKI tetap menjadi sumber dan air bagi semua orang yang datang di Tanah Papua. Apa yang akan terjadi dengan GKl, kalau kita tak mampu mengelola perubahan. Perubahan terjadi seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Maraknya perdagangan bebas dan satu tata ekonomi baru. Mendorong kita semua untuk siap dalan pasar bebas ASEAN dan Pasifik. Trend perubahan politik di Pasifik. Setelah United Liberaration Movemen for West Papua menjadi anggota Obsever di Melanesian Spardhead Group. Tuntutan self determination yang diperjuangkan kelompok politik yang pro merdeka mulai mendapat tempat di luar negeri. Apa yang harus kita siapkan kepada warga jemaat GKl., agar mampu mengambil bagian dari kecenderungan global tersebut. Ada 3 hal utama pertama, perkuat irnan percaya dan budi pekert kedua, belajar lmu pengetahuan secara sungguh-sungguh dan kuasailah akan ketrampilan lT, ketiga, kuasailah bahasa lnggris dan bahasa asing lainya sebagai sarana komunikasi internasional Dalam hubungan dengan tata ekonomi global, maka tidak ada jalan ;ain Gereja sebagai unjung tombak orang asli Papua hendaknya tetap bersyara dan tetap bekerja sesuai tatanan dan koridornya. GKI bila mau maju hendaknya membuang jauh-jauh kecendrungan berpikir sempit dan bertindak dalam kotak-kotak kesukuan, fanatisme daerah, yang berpikir hanya kelompoknya lah yang layak berkuasa, diluar itu tidak bisa. Henntikanlah kebiasaan itu, sebab tidak sesuai era globalisasi dan kemajuan demokrasi bangsa-bangsa di dunia. Mari kita bangun solidaritas bersama atas dasar nasib dan sepenanggunan untuk rnaju bersarna. Kita mesti mendengar semboyan Paulus kepada warganya hendaknya kita bertindak dengan semangat Ut Omnes Unum Sint. Bagaimana supaya membina warganya untuk setia berdoa dan bekerja (ora et labora) sebagai dalam etika Protestan, dengan bekerja, menghasilkan uan& dan modal itulah yang merubah dunia. Tetapi ingatlah bahwa janganlah menjadiorang upahan, lembaga upahan. Tetapi hendaklah kau menjadi dirimu sendiri, sama seperti nubuat Yesus. Ketok pintu, maka akan dibukankan bagimu, carilah kerajaan Allaah semuanya akan digenapi. Dengan demikian Tantangan dan Perubahan yang akan dihadapi kelak, itu sangat ditentukan bagaimana Pemimpin Gereja melihat kecendrungan global dan Nasional,persiapkanlah warga untuk merebut peluang yang ada , dengan tetap meniadi dirinya sendiri, tanpa harus hanyut ikut arus samudra dunia.


Artikel, Berita, LITBANG, SEPUTAR ONLINE ini ditulis pada : 26 November 2016 | Oleh : admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Injil Di Hari :

Sumber Menambahkan Alkitab Di Blog - BaseCamp Setiakawan Follow us: @valenthuba on Twitter | vhuba on Facebook

Pengujung :

Link Internasional :

Twitter RESMI :

Galeri Foto

Kumpulan Foto Kegiatan GKI Di Tanah Papua

Galeri Video

Kumpulan Video Kegiatan GKI Di Tanah Papua

PROFIL BPAM SINODE GKI DI TANAH PAPUA 2017-2022

PESAN PASKAH

GKI DI TANAH PAPUA 2017 ( PHOTO DOC )