Selamat Datang di Website Resmi Gereja Kristen Injili Di Tanah Papua. Alamat:Jln.Argapura 9,Kotak Pos 1160,Jayapura 99222,Papua, Fax: (0967)533192 informasi mail : wirewit.gkiditanahpapua@gmail.com / hp : (+62) 0821-9930-1804

KHOTBAH MINGGU ADVENT I – GKI KLASIS JAYAPURA

KHOTBAH MINGGU ADVENT I – 27 NOVEMBER 2016  

  1. MATIUS 21 : 1 – 11

BERSIAP DAN SAMBUTLAH RAJA DAMAI

  1. Jemaat Tuhan Yesus Kristus yang Allah kasihi !

Kita telah berada pada masa raya advent yang pertama, hari ini, minggu, tanggal 27 november 2016, dari empat minggu advent yang akan kita jalani bersama. Waktu berjalan begitu cepat, kesibukan hidup telah mempengaruhi kita sehingga lupa akan waktu dan masa yang telah berlalu, tetapi satu hal yang pasti bahwa waktu adalah kesempatan yang Tuhan berikan supaya  sebagai umat-Nya, kita memahami tentang betapa besar karya Tuhan dalam kehidupan dan pekerjaan kita. Kata advent berasal dari bahasa Latin, adventus yang berarti penantian atau lebih tepatnya waktu penantian. Ada sesuatu yang dinantikan kedatangannya dan kedatangannya itu terkait dengan kapan waktunya. Waktu begitu penting, waktu kedatangan begitu urgen dan unik dalam sejarah hidup manusia. Memang kedatangan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat dunia telah terjadi, maka masa raya advent dimasa kini atau dizaman ini, lebih berarti masa penantian akan kedatangan Tuhan Yesus sebagai Raja dan Hakim dunia. Ia tidak datang dalam kelemah-lembutan seperti masa kelahiran-Nya, tetapi Ia datang sebagai Raja, Penguasa dan Hakim. Yesus datang untuk mengadili setiap  manusia, apakah kita berkenan kepada-Nya ataukah kita hidup menurut kehendak manusia. Karena itu kita hendak mendengar firman Tuhan pada masa raya minggu advent yang pertama ini dari Injil Matius 21:1-9 dengan tema :  Bersiap dan sambutlah Raja Damai. Tema ini berbicara tentang cara, model, pola ataupun gaya seorang percaya atau sebuah keluarga kristen atau persekutuan jemaat menyambut Yesus Kristus sebagai Raja mereka, sebagai Penguasa mereka, sebagai Penyelamat dan Pemelihara hidup mereka.

  1. Ada 3 peristiwa penting yang diceritakan dalam narasi Matius 21:1-11 terkait dengan pertanyaan, bagaimana menyambut Raja damai, yaitu :
  • Persitiwa pertama terdapat pada ayat 1-7 yang berbicara tentang perintah Yesus kepada para murid untuk mempersiapkan kedatangan-Nya ke Bait Allah di Yerusalem. Apakah yang harus mereka persiapkan ? Yang disiapkan oleh para murid Yesus adalah : keledai betina yang harus digunakan Yesus sesuai firman Tuhan untuk memasuki kota Yerusalem; Bahwa keledai itu milik penduduk setempat yang diberikan dengan suka-cita dan kerelaan karena perintah Yesus untuk keperluan kedatangan-Nya; bahwa keledai itu kemudian dialasi dengan pakaian mereka supaya Yesus dapat menungganginya.

Dalam konteks narasi ini, diperlihatkan bahwa kedatangan Yesus sebagai Raja menggunakan segala milik, potensi dan kelebihan yang terdapat dalam kehidupan pribagi dan keluarga umat-Nya. Yesus memerintahkan dua orang murid-Nya untuk pergi dan mereka melakukan-Nya, mereka mengambil keledai kemudian mengalasinya dengan pakaian, lalu membawanya kepada Yesus, dan Yesus-pun memakai keledai itu. Di sini kedua murid menunjukan ketaatan dan kesetiaan mereka melayani Yesus, sedangkan pemilik keledai memperlihatkan kerelaannya memberi miliknya untuk dipergunakan bagi kehendak Yesus. Dalam konteks ini kita belajar bahwa, Tuhan menggunakan keledai milik umat-Nya yang diberikan dengan kerelaan hati yang sungguh dan pakaian milik murid-Nya untuk menutupi punggung keledai itu sebelum Ia menggunakan-Nya. Tuhan meminta keterbukaan hati untuk melayani Dia dan memberi dari apa yang dimiliki, bukan dari apa yang tidak dimiliki untuk menyambut kedatangan-Nya.

  • Peristiwa kedua terdapat pada ayat 8-11 yang berbicara tentang bagaimana umat Tuhan atau penduduk Yerusalem menyambut Yesus, apa tindakan dan kesiapan mereka menyambut Yesus ? apa yang mereka lakukan ketika menyambut Yesus ?
  • Tindakan pertama pada ayat 8, adalah umat Tuhan menghamparkan pakaian mereka di jalan, mereka menutupi jalan yang berdebu itu supaya tidak berdebu, mereka menjadikan jalan itu sebagai jalan kedatangan sang Raja. Bukan saja pakaian, tetapi ada orang-orang lain yang memotong ranting-ranting dari pohon bersama daun-daunya dan menyebarkannya di jalan.

Artinya, Yesus berjalan di atas diri dan keberadaan mereka, Yesus berjalan di atas kehidupan mereka, Yesus menjadi Raja dalam kehidupan mereka. Yesus berkuasa atas hidup mereka. Menghamparkan pakaian di jalan dan menyebarkan ranting pohon di jalan adalah suatu bentuk pengakuan dan pernyataan umat Tuhan bahwa Yesus adalah Raja. Mereka mengaku bahwa kami adalah milik Yesus, Sang Raja. Pakailah apa yang ada pada kami untuk kemuliaan kedatangan-Mu.

  • Tindakan kedua pada ayat 9, adalah umat Tuhan berjalan mengikuti Yesus memasuki kota Yerusalem. Mereka tidak hanya memberi sesuatu saja, lalu tinggal di rumah dan menonton, tetapi mereka memberi sesuatu bagi kedatangan Yesus, dan dilanjutkan dengan tindakan berjalan mengikuti Dia, untuk menyaksikan dan mengalami tindakan Yesus dalam hidup mereka.

Alkitab menceritakan tentang perjalanan itu bahwa sebagian orang berjalan di depan sebagai pembawa berita, dan sebagian lagi berjalan di belakang dengan menyanyi, memuji Tuhan dan memuliakan nama-Nya, mereka berkata pada ayat 9 : “Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, hosana di tempat yang mahatinggi” Ada pujian, ada penyembahan, ada tindakan mengiringi Yesus; Ada tekat untuk bersama Yesus, Yesus berada di tengah persekutuan umat yang sedang berjalan menyambut kedatangan. Ada hasrat dan komitmen untuk memuliakan nama Tuhan.

  • Tindakan ketiga pda ayat 10-11 adalah adanya pengakuan yang berkata : Dia-lah Yesus. Dia-lah Penyelamat, Dia-lah Raja Damai. Advent, masa penantian, berarti masa dimana orang mengaku Yesus adalah Raja dalam hidupnya.
  1. Jemaat Tuhan Yesus Kristus yang Allah kasihi.

Ada 2 pelajaran rohani bagi kita diminggu advent yang pertama, yaitu :

  • Pelajaran pertama, Advent berarti mempersiapkan apa yang kita miliki untuk menyambut Yesus. Jemaat di Yerusalem telah memberi milik mereka ketika menyambut kedatangan Yesus di kota mereka. Mereka memberi keledai, pakaian dan ranting pohon untuk menyambut Yesus. Bukan hanya sekedar memberi materi, tetapi mereka memberi diri mereka, waktu mereka, dan meninggalkan rumah mereka lalu berjalan mengikuti Sang Raja itu. Apakah yang dapat kita berikan saat ini sebagai pernyataan bahwa kita bersedia menyambut kedatangan Yesus, Sang Raja itu.

 Pelajaran kedua, Advent menuntut dari kita adanya komitmen, tekat dan pengakuan bahwa Yesus adalah Raja. Dia-lah Penguasa hidup saya dan keluarga saya. Yesus semestinya berada di tengah hidup saya dan keluarga saya, Yesus seharusnya menguasai kehendak dan kemauan saya, Yesus hendaknya memimpin cara saya berpikir dan bertindak dalam kehidupan ini. AMIN.    

88480841_7uklmswve2oxt6gifxbvadi33ri2wlqq2n4qaewrcj8

https://foursquare.com/v/klasis-gki–jayapura/4dd9898352b1a5c644804a54

KHOTBAH MINGGU ADVENT I – 27 NOVEMBER 2016  

  1. MAZMUR 24 : 1 – 10

BERSIAP DAN SAMBUTLAH RAJA KEMULIAAN

  1. Jemaat Tuhan Yesus Kristus yang Allah kasihi !

Kita telah berada pada masa raya advent yang pertama, hari ini, minggu, tanggal 27 november 2016, dari empat minggu advent yang akan kita jalani bersama. Waktu berjalan begitu cepat, kesibukan hidup telah mempengaruhi kita sehingga lupa akan waktu dan masa yang telah berlalu, tetapi satu hal yang pasti bahwa waktu adalah kesempatan yang Tuhan berikan supaya kita sebagai umat-Nya memahami tentang betapa besar karya Tuhan dalam kehidupan dan pekerjaan kita. Kata advent berasal dari bahasa Latin, adventus yang berarti penantian atau lebih tepatnya waktu penantian. Ada sesuatu yang dinantikan kedatangannya dan kedatangannya itu terkait dengan kapan waktunya. Waktu begitu penting, waktu kedatangan begitu urgen dan unik dalam sejarah hidup manusia. Bahwa kedatangan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat dunia telah terjadi, maka masa raya advent dimasa kini atau dizaman ini, lebih berarti masa penantian akan kedatangan Tuhan Yesus sebagai Raja Kemuliaan dan Hakim dunia. Ia tidak datang dalam kelemah-lembutan seperti masa kelahiran-Nya, tetapi Ia datang sebagai Raja, Penguasa dan Hakim. Yesus datang untuk mengadili setiap  manusia, apakah kita berkenan datang kepada-Nya ataukah kita tidak layak datang kepada-Nya? Karena itu kita hendak mendengar firman Tuhan pada masa raya minggu advent yang pertama ini dari Mazmur 24 : 1 – 10 dengan tema :  Bersiap dan sambutlah Raja Kemuliaan. Tema ini berbicara tentang cara, model, pola ataupun gaya seorang percaya, atau sebuah keluarga kristen atau persekutuan jemaat datang kepada Tuhan Yesus Kristus sebagai Raja mereka, sebagai Penguasa mereka, sebagai Penyelamat dan Pemelihara hidup mereka.

  1. Ada 3 hal yang disampaikan firman Tuhan dalam Mazmur 24:1-10 yang terkait dengan pertanyaan, bagaimana datang untuk menyambut Raja Kemuliaan atau bagaimana menghormati Raja Kemuliaan ? yaitu :
  • Hal pertama terdapat dalam ayat 1-2 yang berbicara tentang menjadi milik Tuhan. Jika kita punya sesuatu atau mendapat sesuatu maka itu menjadi milik kita. Jika kita punya anak, punya uang, punya emas, punya kendaraan, punya rumah atau apa saja, maka hal itu berarti menjadi milik kita atau hak milik yang berharga; karena itu perlu dijaga, perlu dihargai dan dipelihara dengan baik. Demikianlah konteks kita sebagai manusia di hadapan Tuhan.

Ayat 1-2 dalam Mazmur ini menyebutkan bahwa bumi dan segala isinya, dunia serta yang diam di dalamnya adalah milik Tuhan, sebab Tuahan-lah yang menjadi dasar kehidupan. Manusia adalah milik Tuhan, bahkan milik yang berharga karena itu ia layak menerima berkat dari Tuhan, keadilan dan keselamatan. Dalam konteks ini pertanyaan perenungannya adalah : apa makna menjadi milik Tuhan ? Apakah artinya saya dan keluarga saya menjadi milik Tuhan ? Menjadi milik Tuhan berarti mengakui bahwa Tuhan menjadi dasar kehidupan kita, Tuhan selalu menjaga kehidupan kita, Tuhan selalu menghargai dan memelihara hidup kita; Sebaliknya jika kita bukan milik Tuhan maka Ia tidak menjadi dasar kehidupan, Ia tidak menjaga dan memelihara kita dan seterusnya.

  • Hal kedua, terdapat pada ayat 3-6 yang berbicara tentang syarat menjadi milik Tuhan. Artinya bahwa mereka yang memenuhi syarat akan menjadi milik Tuhan dan berhak datang untuk menyambut Raja Kemuliaan. Pertanyaan perenungannya adalah: Apakah saya dan keluarga saya layak menjadi milik Tuhan ? Bagaimanakah caranya saya dan keluarga saya menyambut Raja Kemuliaan ?

Orang yang layak menjadi milik Tuhan adalah mereka yang bersih tangannya dan murni hatinya, orang yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan dan bersumpah palsu, orang yang selalu mempertanyakan kehendak Tuhan dan mencari wajah Tuhan dalam kehidupan mereka. Kata bersih tangan diterjemahkan dari kata Ibrani kavayit yang berarti tidak mengganggu ketentraman rumah atau keluarga, dan kata murni hati diterjemahkan dari kata Ibrani wabar-lebab artinya hati yang tidak menjadi wabah, menjadi sumber penyakit. Hati menjadi pusat kehidupan, karena itu ketika ia menjadi pusat wabah, atau sumber penyakit akan menghancurkan hidup manusia. Hati harus murni, hati harus sehat, hati harus bersih. Jika hati kotor, menjadi wabah, menjadi sumber penyakit, maka ia akan mengganggu ketentraman rumah atau keluarga. Isi hati menentuakan sikap dan tindakan seseorang, jika hatinya baik, maka nyata dalam tindakannya yang baik, tetapi jika hatinya tidak baik, maka tindakannya juga tidak baik. Ciri kedua yang membuat kita layak menjadi milik Tuhan adalah tidak menyerahkan diri kepada penipuan dan bersumpah palsu. Artinya penipuan atau sikap dan tidakan menipu bukanlah atribut atau pelengkap hidup anak-anak Tuhan. Itu pelengkap atau atribut anak setan. Manusia pada prinsipnya tidak memiliki sikap dan tindakan penipuan. Karena itu jika manusia menjadi penipu maka itu karena ia menyerahkan hatinya sebagai tempat wabah penyakit menipu dan bersumpah palsu itu tinggal. Ciri ketiga yaitu suka bertanya tentang kehendak Tuhan dan mencari wajah Tuhan. Artinya selalu dalam hidup dan kerja bertanya : apakah yang Tuhan kehendaki saya perbuat ? Apakah yang Tuhan kehendaki dengan kehidupan saya dan keluarga saya ? Apakah yang Tuhan kehendaki saya kerjakan atau perbuat hari ini ? Itu berarti hidup orang percaya didasarkan kepada jawaban Tuhan. Menjadi milik Tuhan berarti selalu mencari wajah Tuhan, kemuliaan Tuahan dan kehormatan dalam nama Tuhan, bukan merusak kehormatan Tuhan.

  • Hal ketiga terdapat pada ayat 7-10, tentang perintah untuk menyambut Raja Kemuliaan. Perintahnya demikian : “Angkatlah kepalamu hai pintu gerbang dan terangkatlah pintu yang berabad-abad.” Pintu gerbang adalah pusat pertemuan masyarakat dalam suatu kota, pusat perdagangan atau pasar, juga pendidikan dan sebagainya. Di pintu gerbang masyarakat kota keluar dan masuk. Di pintu gerbang terjadi transaksi antar manusia untuk segala usaha dan kehidupan. Pintu gerbang memegang peranan penting dalam dunia PL.

Jika dalam teks ini digunakan perumpamaan pintu gerbang, maka yang dimaksud adalah orang-orang yang selalu berada di pintu gerbang, merencanakan segala perkara dalam hidup, kini dipanggil untuk menyambut Raja Kemuliaan. Manusia dipanggil untuk meninggalkan segala kesibukan dan tradisi, meninggalkan kebiasaan dan pola hidup, manusia dipanggil untuk angkat kepala, memberi rasa hormat dan pujian kepada Tuhan, Raja Kehormatan itu. Manusia dipanggil untuk berhenti sejenak, menenangkan diri sejenak, merenungkan sejenak, apa makna kedatangan Raja Kemuliaan. Angkat kepala, lihatlah, buka hati dan pikiran, lalu memberi rasa hormat kepada Tuhan dan muliakanlah Dia.

  1. Ada 2 pelajaran dari teks ini yang memimpin kita untuk hidup dalam minggu advent yang pertama, yaitu :
  • Hal pertama, Masa raya advent pertama ini dapat berarti dan bermakna bagi kita dalam kehidupan diminggu ini, ketika kita mengaku, ketika setiap orang mengaku bahwa kita ini milik Tuhan. Waktu kita mengaku bahwa saya ini milik Tuhan, anak-anak saya milik Tuhan, istri atau suami saya milik Tuhan, keluarga kami milik Tuhan, pekerjaan saya adalah pemberian Tuhan, rumah tempat kita tinggal adalah milik Tuhan. Jika semua yang kita miliki adalah milik Tuhan, maka jangan mengetori hati kita, menjadikan hati wabah penyakit, jangan mengotori rumah kita dengan hal-hal yang tidak berkenan kepada Tuhan. Diminggu advent yang pertama ini, kita dipanggil untuk membersihkan seluruh hidup dan rumah kita untuk kedatangan Raja Kemuliaan yaitu Yesus Kristus.
  • Hal kedua, Sebagai persekutuan jemaat, sebagai persekutuan di pintu gerbang, kita dipanggil untuk membuka diri, mengangkat hati dan pikiran kita, marilah kita berpikri yang benar, yang adil dan yang terhormat. Hanya dengan berpikir yang benar, yang adil dan yang terhormat kita dapat menyiapkan jemaat dan keluarga-keluarga kita untuk menyambut ketangan Yesus.

Tuhan memberkati kita di minggu ini, AMIN.   sumber : bpk gki klasis jayapura-Bid. Tata Usaha. – Tembusan : Wasek. Kls. Jayapura


Agenda, Artikel, Berita, Marturia, Pekabaran Injil, SEPUTAR ONLINE ini ditulis pada : 26 November 2016 | Oleh : admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Injil Di Hari :

Sumber Menambahkan Alkitab Di Blog - BaseCamp Setiakawan Follow us: @valenthuba on Twitter | vhuba on Facebook

Pengujung :

Link Internasional :

Twitter RESMI :

Galeri Foto

Kumpulan Foto Kegiatan GKI Di Tanah Papua

Galeri Video

Kumpulan Video Kegiatan GKI Di Tanah Papua