Selamat Datang di Website Resmi Gereja Kristen Injili Di Tanah Papua. Alamat:Jln.Argapura 9,Kotak Pos 1160,Jayapura 99222,Papua, Fax: (0967)533192 informasi mail : wirewit.gkiditanahpapua@gmail.com / hp : (+62) 0821-9930-1804

Yayasan Pendidikan Kristen

RENSTRA

YAYASAN PENDIDIKAN KRISTEN DI TANAH PAPUA

 BP YPK Papua Office

 KANTOR PUSAT YPK

JALAN ARGAPURA  NO 22 JAYAPURA PAPUA

 BAB I

PENDAHULUAN

  1. A.      LATAR BELAKANG

Dunia sedang mengalami dan terus mengalami berbagai pergeseran dan perubahan, mulai dari yang sifatnya kebijakan, kesepakatan, maupun strategi-strategi untuk membangun masa depan hidup yang lebih baik lagi. Gelombang perubahan itu juga terjadi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, bahkan gereja tak luput mengalaminya termasuk Yayasan Pendidikan Kristen di Tanah Papua.

Ketika kita berbicara tentang pembangunan manusia melalui pendidikan, sistem yang kita bangun dituntut tidak hanya untuk membangun kemampuan intelektual peserta didik saja, akan tetapi sistem harus mampu pula membangun kemampuan untuk mengekspresikan dan mengaktualisasikan diri melalui buah pikir dan perasaannya dengan tetap memperhatikan moral, etika, dan kaidah-kaidah Kristiani sehingga profil karakter manusia Kristen harus nyata dalam keseharian hidupnya. Kemudian sistem juga harus memperhitungkan arena persaingan talenta yang akan dihadapi oleh para lulusan dikemudian hari.

Pendidikan yang diselenggarakan  YPK(Yayasan Pendidikan Kristen) pada awalnya mengalami masa-masa keemasan pada saat Pemerintah Nederlands Nieuw Guinea memberikan subsidi penuh melalui  Lager Onderwys Subsidie Ordonansi (LOSO) dan Midellbare Onderwys Subsidie Ordonansi (MOSO), akan tetapi ketika subsidi tersebut dihentikan sampai saat ini kenyataan menunjukkan bahwa YPK telah mengalami pasang surut yang begitu tajam. Memang bukan itu satu-satunya alasan pasang surut YPK akan tetapi ada berbagai alasan lainnya diantaranya : lemahnya pengendalian baik tingkat Badan Pengurus, PSW maupun Kepala Sekolah berada di daerah terpencil yang sulit dijangkau. Berbagai argumentasi dikemukakan oleh berbagai pihak  yang berkompeten untuk mengatasi kesulitan tersebut dan ada beberapa rekomendasi yang disampaikan pada Rakorbang YPK tahun 2002 di Biak yang sampai saat ini belum pernah ditindaklanjuti. Badan Pengurus YPK periode 2008 – 2013 berpendapat bahwa “YPK harus melakukan Konsolidasi semua kekuatan mulai dari tingkat pengambil keputusan hingga ke taraf pelaksana kebijakan dan objek pemantapan pendidikan serta sarana pendukungnya”.

Kata Konsolidasi yang berarti Perbuatan, memperteguhkan atau memperkuat perhubungan dan persatuan mengharuskan kita untuk kembali menata langkah yang tepat untuk memulai kembali suatu babak baru bagi YPK. Menyadari penuh  kenyataan itulah maka Badan Pengurus YPK periode 2008-2013 melahirkan suatu Slogan yaitu YPK Bangkit Tahun 2008 dan Seterusnya, termasuk periode 2013 – 2018 dengan kebijakan Konsolidasi yaitu Konsolidasi Organisasi, Konsolidasi Personil dan Konsolidasi Program.

Slogan ini dikeluarkan sebagai suatu pendorong/spirit untuk bangun bersama, bangkit bersama, maju bersama, dan bekerja bersama-sama didalam mengelola YPK  agar terang Kristus bercahaya dalam kehidupan generasi Kristen kini dan seterusnya. ” Itulah sebabnya dikatakan: Bangunlah, hai  kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu.”  (Ef. 5 : 14).

Dalam rangka konsolidasi organisasi, personil dan program diperlukan acuan dan arah kebijakan yang dirumuskan dalam dokumen rencana strategis Yayasan Pendidikan Kristen yang memuat visi, misi, tujuan dan sasaran, strategi dan kebijakan serta program dan kegiatan yang akan dilaksanakan dalam kurun waktu 5 tahun kedepan.

B.      SEJARAH

Yayasan Pendidikan Kristen Di Tanah Papua telah berumur 50 Tahun tepat tanggal 8 Maret 2012 dan dihadapi dengan banyak tantangan dan hambatan. Untuk mengetahui sejarah YPK di Tanah Papua maka perlulah dijelaskan tentang derap langkah sebelum institusi ini berada yang di rinci atas :

Periode tahun 1885 – 1956 (Masa Zending)

Dalam kurun waktu ini, pekabaran injil dan pendidikan dilakukan sejalan, dan ketika itu ditangani oleh Zending/misi pekabaran injil yang dilakukan bersama-sama gereja-gereja pendukung.

  1. Zending Nederlands Herwom de Kerk (ZNHK) Gereja Hervorm, Belanda .
  2. Doops Zending Vereeniging (DZV) Gereja Baptis Belanda  yang ketika itu    operasi pelayanan di Kepala Burung Papua
  3. Gereja Protestan Maluku (GPM), sebagian besar pelayanannya di bagian  selatan Papua .
  4. Misi Katolik Daerah (MKD), pelayanannya di bagian selatan pedalaman  Jayapura dan pedalaman Kepala Burung Tanah Papua.

Periode 1956 – 1962  Masa Transisi

    1. Beberapa peristiwa penting terjadi dalam kurun waktu ini antara lain :
    2. Pada 1956, GKI diproklamasikan sebagai suatu gereja yang resmi dan mandiri .
    3. Zending mengurangi aktivitasnya dan sebagian besar wewenang dipercayakan kepada GKI.
    4. Pada 1961, terjadi konflik antara NKRI dan Kerajaan Belanda tentang masalah Papua.
    5. Pada 1961-1962, berangsur-angsur Belanda meninggalkan tanah Papua dan kembali ke negerinya akibat konflik tadi.

Periode 1962 – 2000 , Masa GKI

Periode ini sangat memperhatikan orang Papua. Mengapa? Sebab, terjadi perubahan – perubahan dan tantangan bagi GKI di bidang pendidikan antara lain:

  1. Pada 8 Maret 1962, tanggung jawab pendidikan di tanah Papua dari Zending di serahkan penuh untuk dikelolah kepada GKI Di Tanah Papua
  2. Terjadilah perubahan nama Yayasan.
  3. YPK nama aslinya  Stchting Voor Christelyk Onderwys, diIndonesiakan menjadi Yayasan Persekolahan Kristen.
    1. Kemudian namanya berubah lagi dari Yayasan Persekolahan Kristen menjadi Yayasan Pendidikan Kristen (YPK).
    2. Terakhir, nama itu disesuaikan lagi dengan perubahan nama propinsi Papua, sehingga menjadi Yayasan Pendidikan Kristen di tanah Papua, yang di pakai sampai sekarang ini.
    3. Mundurnya gereja-gereja pendiri yayasan dari tanah Papua ZNHK,DZV dan GPM karena konflik tersebut diatas,sehingga yang tersisa cuma GKI
    4. GKI yang baru berdiri sendiri sebagai gereja kurang lebih 6 (enam) tahun (1956-1962), tampaknya belum siap memikul tanggung jawab sendiri untuk mengurus pendidikan yang ditinggalkan gereja –gereja pendiri awalnya tadi.

Terhapusnya subsidi bantuan kerajaan Belanda untuk pendidikan di tanah Papua yang disebut :

    1. Lager Onderwys Soebsidie Ordonatie (LOSO), yang artinya subsidi bantuan untuk pendidikan dasar.
    2. Middelbaar Onderwys Soebsidie Ordonatie (MOSO), yang artinya subsidi bantuan untuk pendidikan menengah.
    3. Belum ada sekolah tinggi waktu itu (SMA / SMK)
    4. Diberhentikannya bantuan-bantuan lain dari luar negeri, pada hal saat itu tanah Papua sangat membutuhkannya. sebagai pengganti dana bantuan tersebut, tidak disediakan seratus persen oleh pemerintah Republik Indonesia.
    5. Selain masalah yang dihadapi YPK, datang lagi program pemerintah dengan adanya pendirian  sekolah negeri/Inpres dan sekolah swasta lainnya seperti YAPIS, YPPGI, YPKP, Persit, Kalam Kudus, serta yayasan lain yang diselenggarakan oleh sejumlah LSM, laksana cendawan yang bertumbuh di musim hujan. Apa akibanya  :
    6. Pertama, kedaan ini mengakibatkan persaingan, yakni banyak bermunculan sekolah–sekolah baru. Kondisi ini mangakibatkan orang tua murid banyak memilih untuk menyekolahkan anaknya di sekolah-sekolah baru tersebut dan berangsur-angsur mulai meninggalkan sekolah-sekolah dibawah naungan YPK.
    7. Kedua, masyarakat seolah-olah kaget melihat hadirnya sekolah baru.

Periode 2001 – sekarang sebagai daerah Otonomi Khusus Papua.

Adanya OTSUS membawa berkat bagi YPK, karena sejak terhentinya LOSO dan MOSO, YPK tampak suram dan sepi jika ditinjau dari segi jumlah dan kwalitasnya. Indikasi penurunan minat terhadap YPK adalah bahwa masyarakat sempat berpikir sekolah YPK menjadi alternatif terakhir untuk menyekolahkan anak-anak mereka karena keterbatasan fasilitas dan sebagainya yang dikarenakan dukungan dana yang kurang. Namun, setelah adanya Otonomi Khusus Papua berdasarkan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001, maka YPK ikut terbantu.

Bantuan kepada BP-YPK diberikan oleh Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota. Sehingga YPK mulai mengembangkan diri, baik secara moral, kualitas, jumlah guru, jumlah siswa, serta jumlah fasilitas pendidikan. Hal ini karena dukungan dana Otsus tersebut mengucur langsung kepada yayasan dan sekolah-sekolah YPK.

Otonomi Khusus Papua saat ini membawa nuansa kebangkitan bagi YPK. Sehingga, wajar dan pantas kiranya, jika YPK dikatakan “bangkit atau bangun”, sesuai sentakan Rasul Paulus kepada jemaat di Efesus (Ef.5:14b).

Otonomi Khusus Papua merupakan kebijakan Pemerintah Pusat dan hanya berlaku selama 25 tahun lamanya. Artinya, masih ada 15 tahun lagi ke depan. Doa dan harapan YPK ke depan, bahwa Tuhan Yesus Guru Agung kita yang tidak pernah habis kasih dan sayangnya kepada umat-Nya yang setia, berharap dan bersandar kepada-Nya terus dia menyiapkan berkat bagi-Nya (Maz 23:1-6). Antara lain, Engkau menyediakan kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah. Firmannya menguatkan iman dan kepercayaan umat YPK, bahwa Yesus Guru Agung kita tetap menolong kita, ketika segala perkara dapat kutanggung ke dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku (Pilipi 4:13).

C.      MAKSUD DAN TUJUAN

Penyusunan Renstra Yayasan Pendidikan Kristen ini dimaksudkan sebagai dokumen perencanaan yayasan yang konferensif untuk periode 2013 -2018 yang digunakan sebagai pedoman atau acuan dalam perumusan kebijakan, perioristas program tahunan secara terpadu, terarah dan terukur dan dibiayai oleh yayasan yang sumber pendanaannya baik berasal dari swadaya yayasan, pemerintah maupun sumber-sumber lain yang sah.

Adapun  RENSTRA YPK ini bertujuan untuk :

Menyediakan pedoman dasar dalam penyusunan rencana tahunan YPK

Menyediakan rumusan indikator pengukuran kinerja lima tahunan bagi YPK

Memberikan acuan bagi masyarakat dan pemangku kewajiban pendidikan lainnya untuk berpastisipasi secara aktif dalam perumusan, penetapan kebijakan, pengelolaan program YPK di Tanah Papua

D.      LANDASAN HUKUM

Renstra YPK ini di susun dan mengacu pada ketentuan – ketentuan dan peraturan perundang-undangan atau hukum positif yang berlaku di Negara kesatuan Republik Indonesia dan hukum posisitif serta kearifan local yang terkait dengan pembangunan sektor pendidikan di Tanah Papua , yaitu ;

 Firman Allah ( Alkitab) .Matius  28 : 19 -20 ,

 “ Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” ; Matius 19 : 14 “Tetapi Yesus berkata: “Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga.” ; Philipi 4 : 13 “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku. “ ; Efesus 5 : 14 “Itulah sebabnya dikatakan: “Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu.”

 dan Mazmur 23 : 1 – 6 “    Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.

Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah. Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

 AD/ART ( Anggaran Dasar / Anggaran Rumah Tangga ) YPK Di Tanah Papua .

  1. Undang–undang Nomor 21 tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Bagi Propinsi Papua .
  2. Undang–undang Nomor 23 tahun 2002 , tentang Perlindungan Anak .
  3. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
  4. Undang–undang nomor 24 tahun 2004 tentang Yayasan
  5. Undang–undang  nomor 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional.
  6. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.
  7. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.
  8. Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen.
  9. Undang-undang nomor 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik.
  10. Undang-Undang nomor 25 tahun 2009 tantang pelayanan publik.
  11. Peraturan pemerintah nomor 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan.
  12. Peraturan pemerintah nomor 38 tahun 2008 tentang wajib belajar.
  13. Peraturan pemerintah nomor 74 tahun 2008 tentang Guru.
  14. Peraturan Pemerintah nomor 17 tahun 2010 tentang pengelolaan penyelenggaran pendidikan.
  15. Peraturan Menteri Pendidikan nasional nomor 19  tahun 2007 tentang standar pengelolaan pendidikan.
  16. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nnomor 15 tahun 2010 tentang standar pelayanan minimal pendidikan dasar .
  17. Peraturan Daerah Propinsi Papua Nomor 10 tahun 2002 tentang pemberian subsidi kepada lembaga-lembaga pendidikan Swasta nasional termasuk YPK.
  18. Peraturan Daerah provinsi Papua nomor 5 tahun 2006 tentang pembangunan pendidikan di Provinsi Papua.
  19. Peraturan Gubernur Papua nomor 26 tahun 2010 tentang pengaarus utamaan HIV dan Aids di sektor pendidikan .
  20. Hasil Keputusan RAKER YPK Tahun 2008 di Kota Jayapura.
  21. Hasil Keputusan RAKER YPK Tahun 2010 di Biak.

E.       KEDUDUKAN DAN PERANAN RENSTRA DALAM PERENCANAAN YPK              

Renstra sebagai penuntun untuk melayani masyarakat Papua yang membutuhkan pendidikan untuk memperbaiki taraf hidup mereka dengan selalu memancarkan moral dan etika Kristen di jiwa mereka, sehingga menjadikan Renstra sebagai pedoman kerja warga YPK untuk mencapai tujuan mulia yang diamanatkan dalam Matius 19: 14 “Tetapi Yesus berkata: ”Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang seperti itulah yang empunya kerajaan Sorga.”

 


Halaman ini diterbitkan pada : 02 Januari 2014 | Oleh : admin

Injil Di Hari :

Sumber Menambahkan Alkitab Di Blog - BaseCamp Setiakawan Follow us: @valenthuba on Twitter | vhuba on Facebook

Pengujung :

Link Internasional :

Twitter RESMI :

Galeri Foto

Kumpulan Foto Kegiatan GKI Di Tanah Papua

fb_img_1476033470913-4
1364245514_1
tmp_7080-utk-brita-HUT-GKI234356429
new-picture-1
Undangan Gubernur Prov.Morobe
Ketua-Sinode

Galeri Video

Kumpulan Video Kegiatan GKI Di Tanah Papua